Dalam seminggu belakangan ini, IHSG masih berada pada kisaran 6800an.
Sebelumnya Jum'at 18 Februari 2022 IHSG dibuka pada harga 6832,52 poin.
Pada awal perdagangan Jum'at kemarin IHSG mengalami penurunan dan membuat titik support baru pada 6818.
Beberapa saham BUMN menjadi sektor pendukung kenaikan IHSG pada Jum'at kemarin. Minat asing dalam melakukan investasi pada Indonesia masih begitu besar. Tercatat pada Jum'at 18 Februari 2022 asing melakukan Net buy 799.42 B di semua sektor industri.
Isu covid 19 varian baru tidak membuat IHSG melemah, pada kenyataannya IHSG tetap stabil di zona 6800an. Dikarenakan minat masyarakat Indonesia yang begitu tinggi terhadap pasar domestik saham Indonesia, khususnya BUMN.
Tentunya tidak hanya semata-mata mendukung produk dalam negeri, namun masyarakat memilih berdasarkan fundamental perusahaannya sendiri yang memiliki kualitas yang baik.
Dalam berita acara pekan ini, Bank Indonesia mengeluarkan laporan Neraca Pembayaran Indonesia tahun 2021 mencatat surplus tinggi dalam 4 kuartal terakhir.
Faktor internal ini yang membuat masyarakat semakin yakin dengan pertumbuhan harga saham yang dimilikinya. Serta dukungan teknik analikal menurut beberapa sekuritas dan para trader, IHSG dalam sepekan terakhir membentuk pola rectangle, sebuah pola 4 persegi panjang yang mengisyaratkan penerusan arah trend(trend continuation) dimana harga IHSG kini telah menyentuh resisten pola tersebut di 6735 dan sedang berada dikisaran atasnya.
Selama masih dalam kisaran atas pola rectangle pekan ini, IHSG berpeluang melanjutkan trend kenaikan harga dan menembus titik resisten pada 6900 serta membentuk pola rectangle baru.
Nah berikut saham top gainer dan loser pada Jum'at 18 Februari 2022 kemarin.
Sumber saham top gainer and loser Jum'at 18 Februari 2022 : Aplikasi RTI Bussiness.
Komentar
Posting Komentar