Input block

 Input block atau block masukan

Data yang masuk ke dalam sistem akutansi beserta media metode yang digunakan untuk memasukkan data tersebut ke dalam sistem. input terdiri atas transaksi, pernyataan, permintaan atau perintah dan pesan.

 secara harfiah, memasukkan data harus mengikuti aturan identifikasi otorisasi dan tata letak dan pengolahannya.

Cara untuk memasukan input ke dalam sistem berupa tulisan tangan, formulir kertas, pengenalan fisik seperti sidik jari, papan ketik dan lainnya.

Contoh :
Dalam sistem akutansi, untuk menghasilkan laporan penjualan hasil jenis produk, baik transaksi penjualan dan return penjualan merupakan bagian dari masukan(input)

Model block

Terdiri dari logical matematik yang mengolah masukan data yang disimpan dengan berbagai macam cara untuk mendapatkan berbagai macam produksi yang dikehendaki atau keluaran.


Mari kita ambil contoh :
Pengolahan data pendapatan dan biaya supaya menghasilkan laporan laba rugi diperlukan logikal matematik sederhana sebagai berikut :

Laba Pendapatan - Biaya

Keluaran (Output block)
produk dari sistem informasi yang berupa informasi bermutu dan dokumen yang dibutuhkan untuk setiap tingkat manajemen dan semua pemakai informasi, baik internal maupun eksternal.

Teknologi block - 
alat penunjang sistem informasi yang biasa digunakan akuntansi.
Pada penerapannya, teknologi block dapat menangkap masukan, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data,  menghasikan data keluaran serta mengendalikan seluruh sistem.

Basis data(data base block)
basis data adalah tempat menyimpan data yang digunakan untuk melayani kebutuhan pemakai informasi.

Basis data terbagi 2 yaitu fisik dan logis.
secata basis, yaitu data fisik yaitu melalui media menyimpan data, seperti flashdisk, pita magnetik kaset, dan lainnya.

basis data logis adalah bagaimana struktur penyimpanan data sehingga menjamin ketepatan, ketelitian, dan relevansi penyajian informasi untuk memenuhi kebutuhan pemakai.

Pengendalian (control block)

seluruh sistem informasi yang terkait harus mendapat perlindungan dari bencana, ancaman seperti kebakaran, kecurangan, penggelapan, ketidakefisienan, sabotase dan kemungkinan buruk lainnya. 
beberapa langkah yang dapat digunakan untuk mengendalikan sistem informasi ini adalah :
  • penggunaan sistem pengolahan catatan
  • penerapan pengendalian akutansi
  • pengembangan rancangan induk sistem informasi
  • pembuatan rencana darurat
  • penerapan prosedur pemilihan karyawan
  • pembuatan dokumentasi lengkap tentang sistem
  • perlindungan bencana
Dengan adanya komponen sistem informasi akutansi, maka pengolahan data semua transaksi keuangan tidak lagi menjadi rumit dan tersistem secara otomatis tanpa harus melewati sebuah proses perhitungan manual yang rumit dan rentan dengan kesalahan.

Komentar